ISNU Kabupaten Malang Pemberdayaan Srikandi ISNU Kabupaten Malang Gagas Sekolah Gender, Dimulai 6 Mei 2023

Srikandi ISNU Kabupaten Malang Gagas Sekolah Gender, Dimulai 6 Mei 2023

Srikandi ISNU Kabupaten Malang Gagas Sekolah Gender, Dimulai 6 Mei 2023

isnukabmalang.com – Srikandi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Malang menggelar rapat koordinasi (rakor) virtual pada Jumat malam, (14/4/2023). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) ISNU yang membahas tentang pemberdayaan pada Rabu (22/3/2023) silam.

Seperti diketahui, hasil FGD ISNU dengan tema pemberdayaan perempuan yang didampingi oleh Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch., M.Ag., selaku Dewan Ahli PC ISNU Kabupaten Malang telah melahirkan sebuah komunitas bernama Srikandi ISNU Kabupaten Malang. Komunitas yang berisi para pengurus dan anggota perempuan ISNU se-Kabupaten Malang bakal menjadi lembaga ad hoc di bawah naungan PC ISNU.

Malam kemarin (red), rapat virtual dipimpin langsung oleh Prof. Mufidah. Dalam arahannya, beliau mengarahkan fokus pada penyusunan jadwal sekolah gender yang menjadi hasil dari FGD ISNU sebelumnya.

Baca juga: PAC ISNU Bululawang Jalin Kerjasama dengan LAZISNU Masjid Sabilit Taqwa

Tak hanya ingin asal jalan, guru besar UIN Malang itu meminta sekolah yang digagas ini betul-betul disusun kurikulumnya. Kajian-kajiannya disusun secara sistematis dengan tema-tema kekinian. “Tema gender ini sangat beragam. Ada gender dan pendidikan, gender dan Islam, gender dan ekonomi, gender dan hukum, gender dan lingkungan, serta banyak lagi lainnya”, papar Mufidah.

“Tinggal Srikandi nanti mau tema apa dulu yang ingin dipelajari di awal”, kata profesor yang memiliki WLC (Women Leadership Center) El Shavia ini.

Dengan suasana mencair dan penuh keakraban, Prof. Mufidah menekankan kepada para Srikandi ISNU akan pentingnya kehadiran di setiap kelas. “Jangan sampai hari ini hadir, nanti pertemuan selanjutnya tidak hadir. Proses transformasi ilmu ini harus diikuti secara rutin”, himbaunya.

FGD ISNU Pemberdayaan Perempuan - Srikandi ISNU Kabupaten Malang
Saranghae: Srikandi ISNU Kabupaten Malang saat mengikuti kegiatan FGD ISNU tentang pemberdayaan perempuan di Pesantren Rakyat Al-Amin.

“Dari setiap 30 jam pelatihan nantinya akan ada evaluasi dan pemberian sertifikat mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Harapannya, Srikandi ISNU mampu menguasai pemberdayaan perempuan dan tanggap menyelesaikan beragam persoalan”, imbuh Mufidah.

Pemaparan program yang disampaikan oleh Prof. Mufidah dapat memantik semangat para pengurus perempuan PC ISNU seperti Wakil Ketua 2, Murfiatul Maulida, para pengurus bidang PC ISNU dan perwakilan PAC ISNU se-Kabupaten Malang. Tak heran jika forum yang berlangsung selama 1 jam itu terasa singkat. Srikandi ISNU merespon positif dan antusias akan adanya sekolah gender.

25 peserta rakor virtual menyepakati segera terlaksananya sekolah gender ini. Terlihat salah satu peserta, Roihatu Jannah, pengurus PC ISNU Kabupaten Malang yang menggebu pelatihan ini bisa segera dilakukan. Bahkan, perempuan yang juga seorang advokat ini mengusulkan sekolah dapat digelar tiap minggu.

Baca juga: PC ISNU-SMK CB Teken MoU Sekolah Coding Pertama di Kabupaten Malang

Namun, setelah banyak usulan dari anggota Srikandi ISNU, disetujui dalam satu bulan digelar sebanyak dua kali sekolah gender. Dari dua pertemuan tersebut, satu kali pertemuan online atau daring (dalam jaringan) dan satu kali luring di tempat yang telah ditentukan.

“Kita sepakati harinya di hari Sabtu. Sabtu malam untuk pelatihan online dan sabtu pagi untuk pelatihan offline”, sela Prof. Mufidah ditengah musyawarah yang berlangsung.

Sekali lagi, karena tak ingin program ini berjalan asal-asalan, Prof. Mufidah meminta adanya form pendaftaran elektronik (g-form) untuk peserta yang ingin mengikuti. Tak berhenti disitu, ibu empat anak ini ingin peserta menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk mengikuti kegiatan secara rutin.

“Kita harus serius. Jangan sampai ada pikiran karena kita ini di ISNU tidak dibayar sehingga menyebabkan tidak serius. Karena seorang aktifis harus bisa menjadi fasilitator, narasumber, resources linker dan problem solver. Ini paket komplet seorang pejuang”, tegas Prof. Mufidah.

Sebagai hasil dari pertemuan malam ini (red), agenda sekolah gender perdana berlangsung pada Sabtu, 6 Mei 2023 di Kediaman Prof. Mufidah. Kegiatan perdana ini sekaligus dikemas dengan halal bi halal Srikandi ISNU Kabupaten Malang. (cha)

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *