Sekolah Tentang Pisang, Ketua ISNU Bertemu Founder Pisang Indonesia

0
20
Sekolah Tentang Pisang, Ketua ISNU Bertemu Founder Pisang Indonesia

isnukabmalang.com – Dalam rangka pengembangan perekenomian NU, ISNU memulai langkah dengan gerakan tanam pisang. Bukan tanpa alasan, Ketua PC ISNU Kabupaten Malang, Kyai Abdullah SAM tadi malam, Selasa (22/12/2020), belajar langsung pada pakar budidaya pisang, Dr. Supriyanto, alumnus Queensland University Australia.

Ditemui di kediamannya, Founder Komunitas Pisang Indonesia itu menceritakan peluang pasar pisang global. Sampai saat ini, kebutuhan akan ekspor pisang mencapai angka 30 ton per minggunya. Namun, menurut Supriyanto, hal itu belum bisa dipenuhi karena minimnya hasil pisang di Indonesia.

Padahal, menanam pisang sebetulnya mudah untuk dilakukan siapa saja. “Langkah pertama kita harus mengetahui jenis-jenis pisang itu sendiri. Ada kurang lebih 420 jenis pisang di Indonesia tetapi dapat dikelompokkan menjadi dua”, jelas pria yang telah menanam hampir 10000 pisang itu.

Dua kelompok pisang yang dimaksud adalah pisang buah dan pisang olahan. Pria yang juga dosen Unisma ini mengatakan, untuk kebutuhan ekspor yang banyak dibutuhkan adalah pisang buah. “Pisang ambon, barlin, pisang ijo, cavendish, barangan adalah diantara contohnya”, lanjut Dr. Supriyanto.

Baca juga: Darurat Banjir, ISNU Kab. Malang Kirim Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi

Memang, dari segi perawatan pisang buah lebih memerlukan perawatan khusus. “Semakin bagus dan halus maka semakin mahal harganya”, bebernya.

Sebaliknya, jenis pisang olahan seperti pisang nangka, kepok, candi, selendang dan sejenisnya tidak memerlukan perawatan yang berlebih. “Yang penting besar, walau buahnya tergores tetap laku di pasaran”, imbuh doktor yang aktif dalam kegiatan ke-NUan ini.

Mempertegas penjelasannya, beliau menyebut bahwa komoditas ekspor pisang ini potensi dan mudah. “Dari sisi perawatan, pisang ini relatif mudah karena ‘nyawa’ pisang itu bisa dibilang rangkap 9 dan manfaatnya pun banyak”, ucapnya sembari memberi pisang rebus kepada Ketua ISNU Kab. Malang.

Merespon penjelasan dari Dr. Supriyanto, Kyai Abdullah semakin bersemangat. Seiring dengan pembahasan hangat tersebut, Ketua ISNU ini telah menanam 40 jenis macam pisang di pesantren miliknya.

“Jika hal seperti ini bisa kita lakukan bersama maka luar biasa dampaknya. Apalagi, di wilayah Malang selatan banyak petani pisang yang bisa diberdayakan. Kita mulai dengan pelatihan dalam waktu dekat serta kita gagas perkumpulan petani pisang yang nantinya bisa dimentori langsung oleh Dr. Supriyanto”, gagasnya. (cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here